Final Piala Afrika antara Maroko dan Senegal berubah menjadi laga penuh kontroversi dan emosi tinggi. Pertandingan yang berakhir 0-0 di waktu normal itu diwarnai kekacauan besar setelah wasit memberikan penalti kepada tuan rumah Maroko pada menit-menit akhir waktu tambahan. Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal.

Situasi memanas ketika para pemain Senegal, atas instruksi pelatih Pape Thiaw, meninggalkan lapangan. Aksi tersebut terjadi di tengah sorakan dan siulan suporter Maroko, membuat suasana stadion semakin tidak terkendali. Laga pun tertunda cukup lama dan menimbulkan kebingungan di antara penonton.
Meski penuh drama, pertandingan akhirnya dilanjutkan hingga babak perpanjangan waktu. Senegal kemudian keluar sebagai juara setelah menang 1-0, mengangkat trofi Piala Afrika untuk kedua kalinya dalam lima tahun terakhir. Namun, kemenangan itu dibayangi kontroversi besar yang mencoreng jalannya final.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Penalti VAR yang Memicu Keributan Besar
Keputusan VAR wasit Jean-Jacques Ndala menjadi titik awal kekacauan. Penalti diberikan kepada Maroko setelah Brahim Diaz dianggap dilanggar El Hadji Malick Diouf di dalam kotak penalti pada menit keenam waktu tambahan. Keputusan ini langsung memicu adu argumen antara pemain, ofisial, dan staf teknis kedua tim.
Ketegangan tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga meluas ke tribun penonton. Kelompok suporter Senegal, Gainde, terlihat mencoba masuk ke lapangan dengan melompati papan iklan. Aparat keamanan dan polisi anti huru hara harus turun tangan untuk mengendalikan situasi.
Benda-benda dilempar ke lapangan, papan elektronik rusak, dan beberapa suporter dikeluarkan secara paksa. Bahkan, seorang petugas keamanan harus ditandu keluar akibat cedera, menandakan betapa seriusnya insiden yang terjadi pada final tersebut.
Baca Juga: Jalan Berliku Italia di Playoff Piala Dunia: Hadapi Irlandia Utara Dulu, Lalu Wales atau Bosnia
Mendy Jadi Pahlawan, Diaz Gagal Menjalankan Tugas

Setelah penundaan sekitar 14 menit, para pemain Senegal akhirnya kembali ke lapangan. Peran Sadio Mane disebut sangat penting dalam meyakinkan rekan-rekannya agar pertandingan dilanjutkan. Tekanan besar pun menghinggapi kubu Maroko saat Brahim Díaz bersiap mengeksekusi penalti.
Penalti tersebut akhirnya berhasil digagalkan oleh kiper Senegal, Edouard Mendy. Diaz mencoba melakukan panenka, namun eksekusinya terlalu lemah dan mudah dibaca. Kegagalan itu membuat momentum sepenuhnya beralih ke Senegal.
Tak lama kemudian, kartu kuning bahkan diberikan kepada Mendy karena dianggap merusak titik penalti. Meski begitu, Senegal tetap tampil tenang dan fokus menghadapi babak perpanjangan waktu dengan kepercayaan diri tinggi.
Gol Penentu dan Kritik Keras Usai Laga
Beberapa menit memasuki perpanjangan waktu pertama, Pape Gueye mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Senegal sekaligus mengakhiri perlawanan Maroko di laga final yang panas ini.
Usai pertandingan, pelatih Maroko Walid Regragui melontarkan kritik tajam terhadap keputusan Pape Thiaw yang menarik timnya keluar lapangan. Ia menyebut tindakan tersebut tidak mencerminkan sportivitas dan merusak citra sepak bola Afrika.
Meski demikian, Senegal tetap tercatat sebagai juara. Kemenangan ini menegaskan kekuatan Teranga Lions di Afrika, meski final yang mereka menangi akan selalu dikenang sebagai salah satu laga paling kontroversial dalam sejarah Piala Afrika. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalednetwork.com.
