Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, berbagi bagaimana ia menjaga kebugaran selama menjalankan puasa Ramadan di tengah persiapan pertandingan. Sebagai pemain profesional, Yamal harus menyeimbangkan antara kewajiban ibadah dan tuntutan fisik sebagai atlet.

Ini bukan kali pertama Yamal menjalani puasa sebagai pemain Barcelona. Klub telah memiliki program khusus untuk mendukung pemain muslim agar tetap dapat berpuasa tanpa mengganggu performa di lapangan. Pendekatan ini membantu menjaga stamina dan fokus selama latihan maupun pertandingan.
Yamal menekankan pentingnya disiplin. Ia harus mengatur waktu sahur, hidrasi, dan latihan agar tubuh tetap prima. Rutinitas ini membantu pemain muda tersebut tetap energik dan siap menghadapi jadwal padat di La Liga.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Strategi Nutrisi Pemain Muslim di Barcelona
Barcelona memiliki pengalaman panjang mendukung pemain muslim seperti Ousmane Dembele, Franck Kessie, dan Ansu Fati. Klub menyiapkan menu sahur dan berbuka yang seimbang untuk menjaga energi tanpa menimbulkan rasa kantuk atau gangguan pencernaan.
Menu makan malam dikombinasikan dengan nutrisi tinggi protein dan karbohidrat, sehingga pemain tetap kuat saat latihan atau pertandingan. Klub juga mengawasi porsi agar tidak berlebihan, sehingga tidur tetap nyenyak dan pemulihan tubuh optimal.
Pendekatan nutrisi ini memastikan Yamal dan rekan-rekan muslimnya bisa menjalankan ibadah puasa sekaligus mempertahankan performa di lapangan, tanpa mengorbankan kesehatan maupun fokus dalam pertandingan.
Baca Juga: Barcelona Siapkan Penghormatan Megah untuk Messi Tanpa Janji Reuni
Hidrasi dan Persiapan Fisik

Selain nutrisi, hidrasi menjadi kunci utama. Yamal selalu memastikan tubuhnya terhidrasi sebelum berlatih, terutama ketika pertandingan atau latihan berlangsung di tengah siang hari.
“Biasanya saya bangun jam empat pagi untuk sahur, kemudian langsung latihan dan fokus pada kegiatan fisik,” kata Yamal, dikutip dari AS. Ia juga mengonsumsi elektrolit dalam bentuk pil untuk mencegah rasa haus berlebihan sepanjang hari.
Pendekatan ini membantu Yamal menjaga stamina, mengurangi risiko dehidrasi, dan tetap mampu bermain di level tinggi, meskipun sedang menjalankan puasa Ramadan.
Tantangan Pertandingan Saat Puasa
Barcelona akan menghadapi Levante akhir pekan ini pada pukul 16.15 waktu setempat, yang membuat Yamal berpotensi bermain dalam kondisi puasa. Kondisi ini menuntut fokus dan disiplin tinggi untuk menjaga performa.
Pelatih dan staf medis Barcelona selalu memberikan arahan terkait waktu makan, hidrasi, dan istirahat agar pemain bisa tampil maksimal. Perencanaan matang ini penting untuk menghadapi pertandingan di tengah bulan Ramadan.
Pengalaman Yamal dan pemain muslim lain menunjukkan bahwa dengan perencanaan nutrisi, hidrasi, dan latihan yang tepat, puasa tidak menjadi penghalang bagi performa atlet profesional. Hal ini menjadi inspirasi bagi banyak pemain dan penggemar yang menjalankan ibadah puasa. Simak terus pembahasan seputar sepak bola terupdate lainnya hanya di goalednetwork.com.
